Sabtu, 29 Mei 2010

Kartini, emansipasi dan Hukum Islam

Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini, disebabkan tanggal tersebut adalah hari lahir R.A.Kartini (1879-1904). Kartini dianggap sebagai tokoh wanita yang memperjuangkan hak-hak wanita dengan surat menyurat yang dilakukannya, yang dikumpulkan dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang“.
Ide dan pemikiran Kartini tersebut bagi sebagian orang menjadi inspirasi untuk mengangkat derajat wanita bagi bangsa Indonesia. Padahal sebelum Kartini dilahirkan, sudah banyak putri-putri bangsa Indonesia yang telah berkiprah dalam masyarakat sebagaimana yang ditunjukkan oleh putri-putri Aceh di masa lalu. Mereka telah membuktikan diri mereka mampu bermain di tengah masyarakat muslim, disebabkan Islam sangat menghormati hak-hak seorang wanita. Tetapi anehnya pada saat sekarang ini dengan ide emansipasi wanita, kesamaan gender, dan lain sebagainya, malahan banyak kaum wanita yang meminta hak melebihi baras-batas agama Islam, malahan sampai kepada melanggar aturan agama.

Kerajaan Aceh pernah diperintah oleh 4 Sulthanah dari 31 Sulthan penguasa Aceh, yaitu Sri Tajul Alam Safiatuddin (1050-1086 Hijriyah) Sri Ratu Nurul Alam Naqiatuddin (1086-1088 Hijriyah ), Sri Ratu Zakiatuddin Inayat Syah (1088-1098 Hijriyah), Sri Ratu Kamalat Syah (1098-1109 Hijriyah).
Mereka memerintah tanpa harus mengganggu hukum Islam, malahan mereka memerintah dengan untuk menegakkan hukum Islam. Terbukti selama pemerintahan tersebut, mereka mengangkat seorang ulama Syekh Abdurrauf Al Fansuri sebagai mufti kerajaan Aceh.
Begitu hebatnya kedalaman ilmu agama Syekh Abdurauf Fansuri yang dikenal dengan nama Syah Kuala ini sehingga dalam masyarakat Aceh terkenal semboyan yang menyata kan bahwa:  “Kekuasaan di tangan Iskandar Muda dan hukum agama di tangan Syah Kuala“. Ini terbukti bahwa selama pemerintahan ratu di Aceh hukum Islam tetap berjalan dengan baik.
Bukan saja itu, Aceh juga telah membuktikan mempunyai panglima kapal perang seorang perempuan yang bernama Laksamana Malahayati yang memimpin armada laut kerajaan Aceh  berperang melawan kapal perang Portugis. Laksanama Malahayati telah membuktikan bahwa seorang perempuan mampu untuk memimpin armada laut, tanpa harus menghilangkan identitas perempuan dan mengganggu hukum-hukum agama Islam, malah dia berperang melawan Portugis karena motivasi keagamaan dalam berjihad di jalan Allah.
Dalam bidang pendidikan, Aceh mempunyai seorang ulama perempuan yang memimpin pondok pesantren. TengkuFakinah adalah ulama perempuan Aceh yang memimpin dayah LamDiran. Ini membuktikan bahwa seorang perempuan dapat menjadi ulama, padahal selama ini banyak orang mengatakan bahwa Islam melarang seorang perempuan untuk belajar, padahal Islam membebaskan perempuan untuk belajar apa saja, bahkan membolehkan perempuan menjadi ulama, ahli fikih, dan lain sebagainya.
Dalam perjuangan fisik untuk mempertahankan agama dan negara, kita mengenal pahlawan Cut Nyak Din yang memimpin perang melawan Belanda setelah suaminya, Teuku Umar, syahid. Sejarah juga mencatat, pahlawan lain bernama Cut Meutia, yang selama 20 tahun memimpin perang gerilya dalam belukar hutan Pase yang akhirnya menemui syahid karena Meutia bersumpah tidak akan menyerah hidup-hidup kepada kape Belanda.
Pocut Baren, seorang pemimpin gerilya yang sangat berani dalam perang melawan Belanda di tahun 1898 -1906.
Pocut Meurah Intan, yang juga sering disebut dengan nama Pocut Biheu, bersama anak anaknya Tuanku Muhammad, Tuanku Budiman, dan Tuanku Nurdin berperang melawan Belanda di hutan belukar hingga tertawan setelah terluka parah di tahun 1904.
Cutpo Fatimah, teman seperjuangan Cut Meutia, puteri ulama besar Teungku Chik Mata Ie yang bersama suaminya bernama Teungku Dibarat melanjutkan perang setelah Cut Meutia syahid, hingga dalam pertempuran tanggal 22 Februari 1912, Cutpo Fatimah dan suaminya syahid bertindih badan diterjang peluru Belanda.
Perjuangan wanita Islam zaman dahulu begitu hebatnya, dan semua itu dilakukan dalam rangka melaksanakan hukum Islam dan semangat keislaman.
Anehnya sekarang ini perjuangan emansipasi yang disebarluaskan, bukan emansipasi sebagaimana yang dinyatakan oleh wanita muslimah dimasa lalu seperti puteri Aceh atau Kartini sendiri, sebab perjuangan puteri Aceh dan Kartini bukan untuk mengikuti kebebasan wanita dalam dunia barat, dan bukan untuk mengikuti budaya barat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Kartini sendiri dalam suratnya kepada Nyonya Abendanon, 27 Oktober 1902:
“Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira masyarakat Eropa itu satu-satunya yang paling baik, tiada taranya.
Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna?
Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?”

Lihatlah bagaimana Kartini tidak mau mengikuti peradaban barat sebab dia melihat bahwa dalam peradaban barat banyak terdapat kekurangan-kekurangan. Tetapi banyak pengikut Kartini sekarang dengan dalih mengikuti gerakan Kartini maka mereka seenaknya mengikuti peradaban barat. Mereka membuka aurat dengan alasan emansipasi wanita, dan lain sebagainya. Malahan ada sebagian kelompok pergerakan wanita yang dikenal dengan nama “kelompok gerakan feminis“ meminta hak nikah yang sama dengan lelaki, hak cerai yang sama, hak talak yang sama, hak iddah yang sama.
Hal ini sudah terlihat dalam draft yang diajukan dalam rencana perubahan undang-undang keluarga yang disusun oleh Musdah Mulia bahwa mereka meminta perempuan mempunyai hak menceraikan suami, wanita mendapat kan hak harta pusaka yang sama dengan lelaki, malahan sebagaimana yang terjadi di kelompok feminis muslim di India, mereka meminta agar dapat menjadi qadhi perempuan yang menikahkan muslimah dengan saksi muslimah.
Di Amerika, muslimah Amerika Aminah Wadud malah mempelopori agar seorang wanita boleh menjadi imam shalat jum’at, dan khatib shalat jum’at. Padahal sewaktu seorang perempuan di Aceh menjadi ratu saja, mereka yang sudah menjadi ratu dan kepala negara tidak menjadi imam dan khatib shalat jum’at, tetap diserahkan kepada ulama dari kaum lelaki. Inilah emansipasi menurut islam, emansipasi yang tidak melanggar hukum-hukum Islam.
Tetapi Aminah Wadud, karena merasa dirinya seorang yang pakar Islam, karena mempunyai gelar profesor dalam studi Islam sudah berani melakukan khutbah dan imam shalat Jum’at, dengan alasan persamaan hak antara lelaki dan perempuan, padahal itu dilakukan karena mengikut peradaban barat, apalagi akibat perbuatan itu akan menghancurkan syariat Islam.
Ini bukan emansipasi
Islam memberikan persamaan hak bagi lelaki dan perempuan, malahan sejarah mencatat bahwa kaum Yahudi, kristiani, Hindu dan semua agama selain Islam sangat merendahkan wanita, sehingga datanglah Nabi Muhammad yang mengangkat derjat wanita lebih tinggi, dan sederajat dalam nilai-nilai kemanusiaan.

“Sesungguhnya Allah tidak mensia-siakan amal orang yang beramal baik, lelaki maupun perempuan karena sebagian kamu adalah keturunan sebagian yang lain“
(QS. Ar Ra’d: 195 )

Tetapi kesamaan hak dan derajat tersebut dilakukan dengan hak dan kewajiban masing-masing .
“Untuk lelaki ada bagian dari usaha yang dikerjakan dan untuk wanita ada bagian dari usaha yang dikerjakan “
(Qs. An Nisa : 32 ).
Dari ayat ini maka perempuan dan lelaki harus berbagi kerja, dan tidak berarti harus sama, sebab semua mempunyai keistimewaan dan kemampuan masing-masing. Walaupun berbeda, Allah akan memberikan pahala sesuai dengan amal masing-masing.
“Siapa yang mengerjakan amal saleh, baik lelaki dan perempuan dan mereka orang yang beriman, maka mereka itu termasuk ke dalam syurga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun“ (QS. Nisa  : 124 ).
Fa’tabiru Ya Ulil albab.
(HM. Arifin Ismail - Renungan Jum'at ISTAID)
selengkapnya.....

Niat Mencari Ilmu.

Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud berkata :
“Akan datang kepada manusia suatu masa, orang yang terbalik kemanisan hatinya menjadi asin. Sehingga pada hari itu, orang yang berilmu tidak dapat mengambil manfaat dari ilmu yang dimilikinya, dan orang yang mempelajari ilmu tidak dapat mengambil manfaat dari ilmu yang dipelajarinya.
Maka hati orang yang berilmu laksana tanah kosong yang bergaram, dan turun hujan membasahi tanah tersebut, sehingga tidak ada lagi rasa tawar dalam air yang mengalir dari tanah tersebut. Hal itu akan terjadi jika hati orang yang berilmu sudah condong kepada mencintai dunia dan mendahulukan dunia daripada akhirat. Oleh sebab itulah dicabut Allah dari hati tersebut sumber-sumber hikmah, dan dipadamkan lampu petunjuk dari hati mereka.
Orang yang berilmu itu menceritakan bahwa dia takut kepada Allah, tetapi sikap hidup dan perbuatannya penuh dengan kedzaliman dan dosa. Alangkah suburnya lidah mereka dalam berbicara, tetapi hati mereka tandus dan kering. Hal itu semua terjadi jika seorang guru mengajar bukan karena Allah, dan pelajar juga belajar bukan karena Allah”.

Niat mencari ilmu adalah sangat penting, sehinga ilmu itu dapat menjadi petunjuk dan pedoman dalam mengharungi kehidupan.
Pada hari ini kita lihat, sekolah dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi telah tersedia dengan segala macam bentuk gaya. Setiap tahun ribuan sarjana dikeluarkan dengan gelar dari strata satu, srata dua, sampai strata tiga, dengan gelar master dan doktor. Tetapi dalam kehidupan gelar kesarjanaan tersebut tidak merubah akhlak dan tidak menguatkan keimanan, malahan banyak terjadi sarjana yang melakukan maksiat, korupsi, penipuan, penganiayaan dan sebagainya. Mengapa hal ini dapat terjadi, dalam sistem pendidikan kita..?
Walaupun guru ditingkatkan dengan sertifikasi, dengan intensif gaji yang tinggi, dengan tujuan meningkatkan kualitas guru, tetapi malahan yang terjadi demi mendapatkan sertifikasi tersebut terjadi lagi pemalsuan, pembelian gelar, dan penipuan ilmiah dengan plagiat thesis, dan lain sebagainya. Padahal Rasulullah saw telah memperingatkan umatnya:

“Janganlah engkau mempelajari ilmu pengetahuan itu untuk berbangga-bangga (dengan title dan gelar) dan untuk menyombongkan diri sesama kolega dan kawan-kawan yang berilmu, atau mencari ilmu untuk dapat berdebat dan bertengkar dengan orang-orang yang bodoh, atau kamu belajar untuk menarik perhatian orang lain. Siapa yang berbuat demikian, maka dia akan masuk ke dalam neraka”
( Hadis sahih / Ibnu Majah ).

Dalam hadis lain juga disebutkan:
“Siapa saja yang menuntut ilmu diantara ilmu pengetahuan dengan niat untuk mendapatkan kekayaan dan harta benda dunia, maka orang itu tidak akan dapat mencium aroma surga”
(Hadis hasan, Riwayat Abu Daud )
Oleh sebab itu sudah selayaknya umat Islam memperhatikan niatnya dalam mencari ilmu, apakah untuk kemegahan dunia atau untuk mencari keridhaan Allah. Umat Islam sepatutnya belajar karena perintah Allah, dan untuk menjadi khalifah Allah, sebagai manifestasi dari ibadah kepadaNya.
Niat mencari ilmu sebagai ibadah inilah merupakan kunci kejayaan umat Islam di masa lalu, sehingga mereka dapat mencapai zaman keemasan seperti terbukti dalam sejarah Islam.
Keikhlasan seorang guru dalam menyampaikan ilmunya, keikhlasan seorang pelajar dalam mencari ilmu, dan keikhlasan seorang ayah dan ibu dalam menyekolahkan anak-anaknya.
Guru mengajar karena Allah, sebagai bukti pengabdian kepada Allah.
Murid, pelajar, mahasiswa belajar menuntut ilmu karena perintah Allah dan sebagai amanah untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi.
Orangtua menyekolahkan anak nya dari TK sampai sarjana bukan dengan tujuan biar si anak nanti menjadi politis, menteri dan lain sebagainya, tetapi semata-mata merupakan ibadah kepada Allah, menjalankan tanggung jawab sebagai orangtua yang berkewajiban memberikan pendidikan terbaik kepada anaknya, sebab anak adalah penerus hamba dan khalifah Allah di muka bumi.
Malahan akhir-akhir ini banyak sarjana ilmu agama tetapi pemikirannya malah merusak agama, dengan memberikan pemikiran liberal terhadap agama yang diyakininya. Sepatutnya seorang sarjana agama dapat meningkat kan kualitas pemahaman agama dalam masyarakatnya, tetapi ternyata mereka merusak pemahaman agama dalam masyarakat.
Banyak sarjana ilmu agama, tetapi karena terikut oleh rujukan sponsor barat, maka mereka berteriak kehebatan ide-ide barat seperti sekularisma, pluralisme, liberalisme, kesamaan gender, dan memakai ide-ide serta pemikiran barat tersebut untuk merobah hukum-hukum agama, dengan sokongan dana dari lembaga sosial barat. Mereka tega untuk merubah agama demi pesan sponsor, walaupun akibatnya akan merusak pemahaman Islam, dan menghancurkan syariat Islam.
Oleh sebab itu Yahya bin Uadz berkata :
“Hai segala ahli ilmu, istanamu bagaikan istana kaisar Romawi, rumahmu bagaikan rumah raja Parsi, pakaianmu bagaikan pakaian golongan dahriyah (Atheis), sepatumu bagaikan sepatu Jalut, kenderaanmu bagaikan kenderaan Qarun, tempat makanmu bagaikan tempat makan Fir’aun, dan perbuatanmu bagaikan perbuatan Jahiliyah, madzhabmu adalah madzhab syetan, jika sudah demikian, dimanakah lagi syariat Muhammad..?

Pada waktu yang sama sarjana bukan agama, malahan sampai kepada artis, pelawak, badut dan lain sebagainya berbicara tentang agama dengan pemikiran tanpa asas dan rujukan, sehingga dengan mudah menyalahkan ulama-ulama terdahulu. Banyak orang mengikuti ide dan pemikirannya bukan karena pemahaman ilmu yang luas tetapi karena banyak ibadah ritual yang ditunjukkannya. Padahal sayidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata:
“Ada dua orang yang dapat mendatang kan bala bencana kepada kita, yaitu orang yang berilmu, tetapi tidak menjaga kehormatan dirinya, dan orang yang tidak berilmu ( jahil ) tetapi kuat dalam beribadah.
Orang yang jahil itu menipu manusia dengan ibadah ritualnya, dan orang yang berilmu itu menipu manusia dengan kelengahannya”.

Rasulullah juga bersabda :
“Pada akhir zaman nanti ada orang yang beribadah tetapi tidak berilmu, dan ada orang yang berilmu tetapi tidak beribadah “ ( riwayat Hakim ).

Hasan AlBashri berkata:
“Siksaan bagi orang yang berilmu adalah mati hatinya, dan itu disebabkan karena dia mencari dunia dengan amal perbuatan akhirat”.

Khalifah Umar bin Khatab juga berkata:
“Apabila engkau melihat orang yang berilmu tetapi sibuk mencintai dunia, maka curigalah kamu terhadap agamanya. Karena jika seseorang mencintai sesuatu, maka dia akan masuk dan tengelam di dalamnya“.

Ilmu itu bukanlah informasi, informasi adalah jalan mencapai ilmu. Ilmu adalah pemahaman yang terdapat dalam diri dan jiwa. Ilmu itulah yang dapat menjadi petunjuk dalam kehidupan, sebagaimana dinyatakan Imam Syafi’i:
“Siapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah petunjuk Allah kepadanya, maka dia akan bertambah jauh dari Allah dengan ilmu tersebut “.
Oleh sebab itu agar tidak salah niat dalam belajar, di Pondok Modern Gontor selalu tertulis slogan:
Belajar itu ibadah “ thalabul ilmi “,
ibadah menuntut ilmu sebab Allah telah mewajibkansetiap pribadi muslim mencari ilmu, sebagaimana sabda rasul saw:

“Menuntut ilmu itu adalah wajib bagi muslim dan muslimah “.

Oleh sebab itu, jika ada ujian, maka bagi seorang muslim ujian itu untuk belajar, bukan belajar untuk ujian, sebab jika ujian untuk belajar, maka tujuannya ibadah. Tetapi jika belajar untuk ujian, maka tujuan nya adalah selembar ijazah, yang akan merubah niat belajar, dari niat ibadah kepada niat mencari ijazah.
Belajar itu ibadah, ujian juga ibadah, sebagaimana dinyatakan Ibnu Mas’ud yang menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Pelajari ilmu, sebab mempelajari ilmu itu adalah taqwa, mencarinya adalah ibadah, mengulangi pelajaran merupakan tasbih, dan mengkaji dengan lebih dalam lagi merupakan jihad”. (hadist riwayat Ibnu Hibban). Fa’tabiru Ya Ulil albab.
(HM Arifin Ismail - renungan Jum'at ISTAID - Medan)
selengkapnya.....

Selasa, 25 Mei 2010

Mencari alQur'an

Ya Tuhanku, sesungguhnya ummatku telah menjauhkan diri dari al Quran “
(QS Furqan : 30 )


Peristiwa demi peristiwa terjadi untuk menyudutkan kesucian Islam, baik dengan mengatakan Islam itu agama tertoris, dengan pelecehan karikatur nabi Muhammad, maupun dengan menghina kitab suci Al Quran. Tetapi pada saat yang sama, isu tersebut memberikan motivasi kepada orang barat untuk mengetahui lebih lanjut tentang Islam, pribadi Muhammad dan isi kandungan kitab suci Al Quran.
Mengapa demikian..? Sebab bagi orang yang berpikir, mereka tidak akan dengan mudah mempercayai isu yang berkembang, tetapi isu dijadikan wacana untuk mencari suatu kebenaran. Jika seseorang sudah terbiasa untuk berpikir objektif, maka informasi baik yang didapat dari media cetak, media maya, tidak dapat langsung dipercaya, tetapi harus dikaji ulang, sehingga mereka tidak mudah percaya dan mempercayai isu tersebut. Lebih lanjut lagi, isu menjadi topic untuk mencari kebenaran informasi. Inilah bukti dari ayat :
“orang-orang kafir membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu, dan Allah Ta’ala adalah sebaik-baik pembalas tipu daya“ (QS. Ali Imran : 54)


Menjadi wacana obrolan dan pembicaraan di Amerika Serikat. Peristiwa penghinaan al Quran di penjaran Guantanamo telah menjadikan kitab suci umat Islam itu menjadi benda yang mengundang keingintahuan orang Barat, terutama di luar komunitas muslim. Terlebih lagi kasus penistaan Al-Quran yang terjadi di kamp penahanan Guantanamo itu telah mengilhami CAIR, lembaga yang mengurus hubungan Amerika-Islam yang berpusat di Washington meluncurkan gagasan untuk membagikan Al-Quran gratis ke seantero Amerika. Kampanye berjuluk “Menyelami Al-Quran” itu bermaksud membuat warga Amerika memahami kitab suci tersebut.
CAIR mengklaim sekitar 6.000 warga Amerika telah meminta copy AlQuran untuk mereka pelajari. Kampanye pembagian AlQuran gratis ini sempat dipublikasikan oleh dua media cetak lokal: USA Today dan Wall Street Journal. CAIR mengaku kewalahan menerima permintaan yang masuk. “Setiap menit setidaknya empat sampai lima permintaan masuk ke kantor kami,” kata NIhad Awad, direktur Eksekutif CAIR
Dalam salah satu edisinya akhir bulan silam, Wall Street Journal menulis, “bagi umat kristiani, firman Tuhan menjelma dalam Yesus, sedangkan AlQuran adalah firman Tuhan yang dihimpun di dalam buku, setiap huruf Arab yang ada di dalamnya adalah napas dari firman yang Maha kuasa.” Menurut Awad, warga Amerika memiliki keingintahuan yang besar untuk mengetahui AlQuran. “Semakin dibicarakan, semakin besar keingintahuan orang,” kata Awad. “Dan biarlah Al-Quran itu sendiri yang menjelaskan dirinya sendiri.” CAIR mengakui, penistaan AlQuran di Guantanamo telah mencoreng wajah warga Amerika. “Perbuatan segelintir orang Amerika itu tidak bisa ditoleransi warga Amerika,” katanya.
Menurut data CAIR, para pemesan copy AlQuran berasal dari berbagai kalangan. Seorang polisi yang bertugas di kawasan berpenduduk muslim memesan Al-Quran untuk memudahkan tugasnya dalam memahami warga. Sejumlah pendeta Washington yang memesan AlQuran mengaku ingin menjelaskan kitab suci itu kepada jemaahnya. CAIR juga mengaku menerima permintaan dari berbagai pemeluk agama lainnya. Copy pertama yang diluncurkan CAIR pekan ini ke tengah warga Amerika itu berjumlah 25 ribu eksemplar. AlQuran yang mereka luncurkan merupakan terjemahan Abdullah Yusuf Ali. Kampanye pembagian AlQuran gratis ini diakui warga muslim Washington sebagai kesempatan emas untuk mempromosikan Islam. Sejumlah penelepon muslim memuji langkah CAIR tersebut sebagai cara yang baik untuk memperkenalkan Islam.
Menurut Awad, warga Amerika telah membaca berbagai jenis buku yang berlatar belakang agama, “Namun, saya yakin kebanyakan warga Amerika tidak pernah melihat apalagi menyentuh AlQuran.” CAIR mengakui, karena mereka menjalan kan program nirlaba, kampanye pembagian Al-Quran ini membutuhkan dukungan dari umat Islam. Bukan saja muslim Amerika, tapi juga seluruh dunia. “Kami tidak ingin kampanye AlQuran gratis ini memercikkan kontroversi baru di kalangan muslim,” kata Awad. “Kami lembaga legal dan transparan dan memiliki hubungan baik dengan pemerintah,” katanya. Kampanye AlQuran gratis ini juga mengundang perhatian pemerintah Amerika Serikat. Sejumlah pejabat dari kementerian luar negeri sering datang untuk menggelar diskusi dengan CAIR.
Orang barat sibuk mencari Quran, untuk mengetahui isi kandungannya, karena banyaknya informasi tentang Islam yang telah diselewengkan. Mereka tidak percaya dengan informasi dari berita, media sebelum membuktikan sendiri. Mereka juga tidak percaya dengan gambar-gambar dan keadaan umat Islam yang ditayangkan tivi, atau yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka ingin mencari Islam itu dari sumber aslinya.
Sumber asli suatu agama adalah kitab suci, dan pribadi Rasul. Itulah sebabnya sewaktu merebak issu tentang Islam, mereka segera membaca buku-buku yang berkaitan dengan Islam, terutama al Quran dan buku sejarah perjuangan dan pribadi nabi Muhammad saw. Ternyata kitab suci alQuran memberikan pencerahan kepada mereka, sebab isi alQuran bukan saja sebagai buku agama dalam arti yang sempit, tetapi merupakan buku rujukan dan pedoman untuk hidup dan menghadapi kehidupan. Seperti tertulis dalam awal surah al Baqarah: “Dzalikal kitab la raiba fihi, hudan lil muttaqin“. Kitab suci ini tidak ada keraguan di dalamnya dan dapat menjadi petunjuk bagi orang yang bertaqwa “.
Ayat ini bermakna setiap ayat di dalam al Quran, baik yang berkaitan dengan hukum, atau bercerita tentang kehidupan akhirat di masa mendatang, atau kisah masyarakat dan kaum zaman dahulu, juga ayat yang berkaitan dengan fenomena alam, dan berhubungan erat dengan sains, semuanya itu merupakan petunjuk hidup.
AlQuran sejak pertama menyuruh kita untuk selalu “Iqra“, mengkaji, membaca, menganalisa, kemudian memikirkan dan mengambil kesimpulan apa yang dibaca, baik yang tersirat dan yang tersurat. Al Quran memberikan pedoman kepada kita bagaimana menghargai waktu dengan “Wal Ashri“, demi waktu; dan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang remeh, perkara yang “lagha“ (sesuatu yang tidak berguna), dan menyuruh kita setiap saat untuk berpikir kepada masa depan, berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).
Bagi orang barat, dengan mengkaji al Quran mereka mendapatkan kebenaran atas informasi yang diterima, sehingga akhirnya mereka petunjuk mana yang benar dan mana yang salah. Bagi mereka yang mencari petunjuk hidup, setiap ayat yang dibaca, akan mereka pahami dengan benar, bukan hanya sekedar dibaca tanpa makna.
Sayangnya, bagi umat Islam, ayat-ayat Al Quran hanya dibaca untuk mencari pahala, tanpa harus berpikir untuk menyelami makna, padahal Ibnu Mas’ud pernah berkata bahwa pahala membaca dengan mencari makna lebih tinggi dari membaca saja tanpa makna. Ibnu Taimiyah, seorang ulama salaf mengatakan: “Siapa yang mengkaji al Quran untuk mendapatkan petunjuk darinya maka jalan kebenaran akan menjadi jelas baginya“.
Oleh sebab itu Ibnu Abbas berkata bahwa:
“Membaca surah al Baqarah dan Ali Imran dengan mencari makna dan memahaminya (tadabbur) lebih aku suka daripada membaca seluruh ayat-ayat (sampai khatam) tanpa makna“.
Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa, Rasulullah membaca satu ayat berulang kali agar dapat dihayati dan dipahami oleh makmum yang mendengar ayat tersebut. Abu Dzar menceritakan bahwa Rasulullah berdiri untuk menjadi imam bersama kami dalam suatu shalat di tengah malam, maka Rasulullah mengulang-ulang ayat “In tu’azzibhum fainnahum ibaduka“ (QS.Maidah:118) beberapa kali dalam bacaan ayat shalat tersebut. (hadis riwayat Nasai, dan Ibnu Majah dengan sanad sahih)
Sebagian umat lagi hanya menjadikan alQuran untuk mengusir syetan dan hantu tanpa memahami makna ayat tersebut. Sebagai contoh, banyak orang membaca ayat kursiy, surah alFalaq, sunah anNas jika ada perasaan takut dengan syetan atau hantu, tanpa memahami dan menghayati kandungan ayat yang dibaca dalam surah tersebut. Padahal makna ayat tersebut adalah untuk mengakui kekuasaan Allah, sebab Allah itu tidak tidur dan juga tidak mengantuk (la sinatun wa la naum), dan dengan membaca dan mehami kita yakin bahwa Allah Ta’ala menjaga manusia dari segala macam kejahatan makhluknya (min syarri ma khalaq), dan kejahatan lainnya. Keyakinan itu harus disandarkan kepada Allah, bukan kepada bacaan, sebab bacaan itu merupakan pengantar untuk keyakinan kepadaNya.
Ada lagi sebagian umat yang melihat surah-surah al Quran dengan melebihkan satu surah dan tidak memperdulikan surah lain, sehingga sibuk membaca surah yasin tanpa pernah membaca surah lain; padahal setiap surah, setiap ayat, itu mempunyai nilai petunjuk yang sama tetapi dalam keadaan berbeda. Jika manusia ingin mengatahui bagaimana menghadapi kesyukaran baca dan yakinlah dengan “Alam nasyrah laka sadrak..fa inna ma’al usri yusra“, bahwasanya setiap kesulitan pasti ada kesenangan. Jika kita ingin menghadapi musuh maka lakukanlah sikap berkorban yang melebihi dari orang lain, sebagaimana dinyatakan dalam surah “ An Nasr“. dan lain sebagainya.
Dikarenakan sebagian umat Islam telah tidak memfungsikan al Qur’an sebagai petunjuk hidup, dan tidak mencari atau memahaminya lagi sehingga Rasulullah berkata: “ Ya Tuhanku, sesungguhnya ummatku telah menjauhkan diri dari al Quran “ ( QS. Furqan: 30 ).
Orang barat sibuk mencari al Quran, membaca makna yang terkandung di dalamnya, dan akhirnya dengan izin Allah mereka mendapat petunjukNya, tetapi disaat yang sama orang Islam yang telah memiliki al Quran di rumahnya masing-masing lupa dan lalai untuk membacanya, apalagi mempelajari, mendalami makna yang terkandung di dalamnya, malahan sebagain pemikir liberal malah sudah sampai menjadikan al Quran menjadi permainan pemikiran liberalnya. Akibatnya, bisa jadi nanti di barat lebih banyak orang memahami Islam daripada orang Islam di negeri muslim itu sendiri. Fa’tabiru Ya Ulil albab.
selengkapnya.....

Minggu, 16 Mei 2010

Spesifikasi dan Manfaat Halo Balita

Spesifikasi buku Halo Balita:
Kertas lux, tebal, tidak mudah robek, sehingga anak dapat bermain dengan buku dalam proses anak mencintai buku dari usia dini.

Setiap halaman full color, dengan warna yang menarik dan dapat meningkatkan kecerdasan visual anak.

Dihalaman akhir buku, menyediakan bagian yang bisa dibuka dan ditutup anak, untuk meningkatkan kecerdasan kinistetik dan mengajak anak berinteraksi dengan buku.

Dilengkapi 3 buah boneka tangan yang merupakan tokoh inti dalam cerita, yaitu : Sali, Saliha dan Mio, sehingga dapat menguatkan kesan cerita pada anak, dan mengembangkan imaginasi anak.



Halo Balita terdiri dari 25 buku tuk anak dan 1 buku panduan tuk orangtua
25 buku tersebut terbagi dalam 3 tema yaitu :

Self Help ( Kemandirian )
bermanfaat utk mengenalkan dan melatih kemandirian anak dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Terdiri dari 9 julul :
Aku berani Makan sendiri, aku Mandi Sendiri, Pakai Baju Sendiri, Berani Tidur Sendiri, Bisa Merapikan Mainan Sendiri, Suka Buku, Selalu Hati-hati, Berani ke Dokter,Senang Keliling Kota

Value
( Nilai Moral )
Manfaatnya menanamkan nilai-nilai moral dasar terhadap anak sehingga anak menjadi terlatih untuk melakukan nilai-nilai tersebut.
Terdiri dari 11 judul, yaitu :
Suka menabung, anak jujur, anak pemberani, belajar membuang sampah, sayang teman, sayang bibi, anak santun, sayang keluarga, anak sabar, suka berterimakasih, sayang mio.

Tema Spiritual
Bermanfaat agar anak menjadi terlatih melakukan kegiatan-kegiatan/aktifitas keagamaan sehingga keyakinannya terhadap agama menjadi berkembang.
Terdiri dari 5 buku, yaitu :
Aku sayang Allah, Aku sayang Rasulullah, Aku bisa shalat, belajar puasa, Cantik pake jilbab

HALO BALITA bermanfaat utk:
  • Merangsang perkembangan otak & kecerdasan anak yang berkembang pesat saat usia balita
  • Selain membantu mengembangkan kasih sayang antara orang tua dan anak, buku ini juga memberikan nilai-nilai dasar kemandirian dan ketauhid an (hal-hal yang sangat dibutuhkan oleh anak balita)
  • Ceritanya merangsang intelektual, emosianal dan fisik (kinestetik) anak sehingga anak dapat berkembang dengan lebih baik
  • Membiasakan anak dengan buku dan menjadikan anak menyukai buku



selengkapnya.....

Ada apa aja di ILMA..?

15 JILID TAFSIR DAN MUSHAF ILMA

Teman-teman, banyak sekali, loh, informasi yang akan kita temukan pada ILMA.
Agar mudah membacanya, yuk, jelajahi setiap bagian di bawah ini ....

KANDUNGAN AYAT:
membantu kita untuk memahami ayat yang sedang dibaca.

PETA:
menjelaskan tempat terjadinya suatu peristiwa yang diceritakan dalam Al-Quran.

TANDA AYAT SAJDAH:
Setelah membaca ayat yang bertanda sajdah, disunnahkan sujud (sujud tilawah).

DOA sujud tilawah:
"Sajada wajhî lilladzî khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam'ahu wa basharahu bi haulihi wa quwwatihi." (Aku sujudkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan, membentuk, dan memberi pendengaran serta penglihatan, dengan segala kekuasaan dan kekuatan-Nya.)

TANDA HIZB:
Al-Quran terdiri dari 60 hizb. Hizb memudahkan kita ketika menghafal ayat-ayat Al-Quran. Hizb artinya kelompok.

KHAT AL-QURAN
ditulis dengan jenis khat naskhi.
Kita pun jadi mudah membacanya.

Id. artinya kata terjemahan dalam bahasa Inggris yang berbentuk idiom.

KOSAKATA:
Memperkenalkan kita pada kosakata Al-Quran secara bertahap. Kosakata yang dipilih di antaranya kata yang menjadi kata kunci pada pembahasan ayat di halaman bersangkutan.

IKON yang menggambarkan arti nama surah.

RAMBU BACA:
menjelaskan beberapa hukum tajwid yang disampaikan secara bertahap. Hukum tajwid pada kotak ini berhubungan langsung dengan halaman bersangkutan.
Warna khusus pada khat mengandung hukum tajwid yang sedang dijelaskan.

ILUSTRASI: digambar dengan gaya dekoratif, mengadaptasi semangat seni Islam klasik digabungkan dengan ilustrasi gaya modern yang berkembang pada dunia ilustrasi literatur anak. O iya, ilustrasi ini membantu menjelaskan kandungan ayat yang sedang dibahas, loh!

Sejumlah informasi penting namun sulit dicerna oleh kita, dituangkan di kotak UNTUK AYAH-IBU. Dengan demikian, diharapkan ayah dan ibu bisa menjelaskannya kepada kita.

KAMU PERLU TAHU:
merupakan informasi tambahan yang bisa memperkaya wawasan, berhubungan dengan ayat yang sedang dibahas.

Kotak LIHAT JUGA! adalah indeks terusan atau rujuk silang. Media ini membantu pembaca untuk mencari hubungan ayat yang sedang dijelaskan, dengan ayat lain atau sumber lain.




1 JILID KAMUS AL-QURAN

Melalui KAMUS: Kata-Kata Unik di Al-Quran, Adik-Adik akan diajak berkenalan dengan puluhan, bahkan ratusan kata-kata unik di dalam Al-Quran.

Kata-kata itu ada yang berhubungan dengan benda-benda langit, binatang, tumbuhan, orang-orang penting, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pokoknya, keren-keren, deh ....

Apa saja, sih, yang menarik di kamus ini?
Waaah, banyak sekali, deh. Adik-Adik akan menemukan arti kata itu dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan gambar-gambar yang keren. Bukan hanya itu, Adik-Adik juga akan menemukan angka yang menunjukkan berapa banyak, sih, jumlah kata tertentu ditulis di Al-Quran.
Juga contoh di ayat mana, kata-kata itu bisa kita temukan.

Dengan sering-sering membuka kamus ini, Adik-Adik akan tahu banyak dan cepat akrab dengan kosakata yang ditulis di Al-Quran. Ayooo ... tunggu apa lagi??? Buka kamusnya, terus kenali kata-katanya :)

CATATAN UNTUK AYAH-IBU:
Penerjemahan dalam bahasa Inggris diambil dari karya tafsir Muhammad Asad, The Message of the Qur'ân. Di buku ini, beliau sangat teliti memilih kata-kata untuk menerjemahkan Al-Quran. Ada beberapa kata yang berbeda dengan kamus bahasa Inggris yang digunakan untuk umum.

Ragamnya ilustrasi pada KAMUS: Kata-Kata Unik di Al-Quran bertujuan agar anak kaya akan pengalaman visual.


CAKUPAN:
1.Kata di Al-Quran, 2.Terjemahan dalam bahasa Inggris, 3.Terjemahan dalam bahasa Indonesia, 4.Contoh ayat yang ada kata tersebut 5.Jumlah kata tersebut di dalam Al-Quran.


1 CD DAN BUKU LAGU

yuk nyanyikan alquran, Assalamu 'alaikum, Adik-Adik :)

Asyik, kan, membaca Al-Quran plus membaca tafsirnya? Sekarang, yuk, kita nyanyi sama-sama! Lagunya keren-keren, loh. Lagu di Yuk, Nyanyikan Terjemah Al-Quran ini bukan sembarang lagu. Selain bernyanyi, Adik-Adik akan tahu banyak terjemahan surah-surah pendek dalam Al-Quran. Bahkan, bisa hafal sekalian. Loh, kok, bisa, ya?

Yups! Sebab, lagu-lagu ini sebenarnya terjemahan surah-surah pendek Al-Quran
yang diberi nada dan diiringi musik. Lagu-lagu ini bisa membantu kita belajar memahami makna surah-surah pendek Al-Quran dengan lebih mudah.
Adik-Adik tahu, kan? Kata-kata di Al-Quran sangat indah. Menyanyikannya pun dijamin asyik, deh.

Lagu-lagu di Yuk, Nyanyikan Terjemah Al-Quran sangat beragam, loh. Ada alunan musik padang pasir, gaya Gipsy, hingga musik ceria dari Skotlandia! Wuiiih, benar-benar mengembangkan kecerdasan musikal kita. Kerennya lagi, sambil mendengarkan lagu-lagu ini, Adik-Adik bisa membaca liriknya, loh ....

1 SET PERMAINAN ILMA

Adik-Adik, kita main ular tangga, yuk!

WAAAH, pokoknya dijamin ASYIK, deh. Gambar-gambarnya KEREEEN! Pada permainan ini, kita akan menemukan nama-nama surah Al-Quran sebanyak 114 nama. WOW, ternyata, unik-unik, loh!

Pemainnya bisa dua hingga empat orang. Adik-Adik dapat memainkan ular tangga ini
seperti biasanya. Pertama, mengocok dadu. Lalu, pemain melompati tiap kotak
sesuai jumlah mata dadu.
Jika berhenti pada kotak yang ada ular, pemain harus turun. Jika berhenti tepat di kotak yang ada tangganya, pemain boleh naik.

O iya, dan punya tips, nih, agar permainan ini lebih menarik:

· Untuk mendapatkan BONUS (mengocok dadu sekali lagi), pemain harus bercerita.
Ceritanya yang berkaitan dengan kata di kotak pemain tersebut berhenti (cerita bebas).
· Untuk mendapatkan BONUS tambahan (mengocok dadu dua kali), saat berhenti di "nama binatang", selain bercerita, pemain harus menirukan gerakan atau suara binatang sesuai dengan yang ada di kotak.

Gimana? SERU, kan?!



selengkapnya.....

[Endorsment] I LOVE MY AL-QURAN

apa kata Mereka tentang ILMA.
berikut ini beberpa pendapat dari ulam dan tokoh masyarakat tentang ILMA

"Pengenalan Al-Quran kepada anak-anak merupakan bagian penting dari upaya mendekatkan umat pada sumber ajaran agama yang dipeluknya. Apalagi di saat moralitas keagamaan cenderung terkikis saat ini. Tentu saja, pengenalan Al-Quran kepada anak-anak mesti disesuaikan dengan tingkat nalar dan pikiran mereka, sehingga memerlukan pendekatan atau metode tersendiri. Salah satu metode tersebut berusaha ditawarkan oleh penerbit Pelangi Mizan, sebagaimana terlihat dalam I Love My Al-Quran ini. Setidaknya, buku ini dapat merangsang anak-anak untuk mempelajari Al-Quran secara lebih menarik dan menyenangkan."

--H.A. Hasyim Muzadi (Ketua Umum PB Nahdhatul Ulama)--


"Buku I Love My Al-Quran yang diterbitkan Pelangi Mizan ini merupakan sebuah inovasi. Sebuah usaha kreatif untuk mendekatkan keluarga Muslim pada kitab sucinya."

--Prof. Dr. Dien Syamsudin (Ketua Umum PP Muhammadiyah)--


"Hal lain yang patut diapresiasi adalah kreativitasnya menyajikan kandungan ayat-ayat Al-Quran dengan pendekatan komikal, baik dari segi gaya dialog maupun ilustrasi gambar yang menarik perhatian dan mudah diingat, sehingga terkesan tidak menggurui."
--Prof. Dr. A. Syafii Maarif (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah)--

"Dengan buku ini, orangtua lebih mudah memperkenalkan Al-Quran, dengan segala nilai dan ajaran yang terkandung di dalamnya kepada anak-anaknya."

--K.H. Shiddiq Amien (Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam [Persis]) --


"Saya menilai I Love My Al-Quran sangat bagus dan kreatif. Penuh ilustrasi dan warna-warni, tapi berbeda dengan komik-komik hiburan. Ini proyek besar, insya Allah berkah. Saya yakin buku ini bisa membuat anak semakin cinta kepada Al-Quran.
Asal, dalam penyajian ilustrasinya tidak mengurangi “kesakralan” Al-Quran
."

--Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI)--


"Saya menyambut baik penerbitan I Love My Al-Quran (ILMA) ini. Semoga ILMA akan menumbuhkan kecintaan anak-anak kita pada Al-Quran. Dengan kecintaan itu diharapkan mereka mau membaca, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari."

--.H. Didin Hafidudin--


"Kreativitas adalah inti kebudayaan. Tanpa kreativitas, budaya mandek. I Love My Al-Quran (ILMA) adalah salah satu bentuk kreativitas untuk mengenal dan mencintai Al-Quran sejak dini. Semoga dengan ILMA ini, umat Islam semakin mencintai Al-Quran sebagai sumber inspirasi untuk berkreasi."

--Acil Bimbo (Musisi)--


"Salah satu metode penyajian kandungan Al-Quran seperti yang digagas oleh Pelangi Mizan dalam l Love My Al-Quran cocok sekali untuk anak-anak. Gaya bahasanya komunikatif, sederhana, mudah dipahami, informatif, bersahabat, dan interaktif. Tanpa terasa, mereka bisa memahaminya dengan penuh keceriaan."

--Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad, M.A. (Rektor Institut Ilmu Al-Quran)--


"Sangat pantas kalau setiap Muslim, baik dewasa maupun anak-anak menyatakan: “I Love My Al-Quran!” Bukankah kecintaan pada Al-Quran perlu dipupuk dan dibina sejak kanak-kanak, saat jiwa manusia masih bersih?"

--Prof. Dr. H. Rif'at Syauqi Nawawi, M.A.--


"Di dalam I Love My Al-Quran, terdapat pembelajaran yang mencakup aspek IQ, EQ, dan SQ yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak dewasa ini. I Love My Al-Quran dikemas dengan sangat kreatif, sehingga bukan saja membuat anak dapat membaca ayat-ayat Al-Quran, tapi mereka juga memperoleh penjelasan makna ayat-ayat tersebut."

--Prof. Dr. H. Salim Basalamah, S.E. (Guru Besar Universitas Muslim Indonesia Makassar)--


"I Love My Al-Quran dikemas dalam tampilan segar, sesuai dengan dunia kanak-kanak. Dihiasi warna-warni ceria dan ilustrasi yang imajinatif. Diharapkan, anak-anak kita membacanya dengan rileks dan gembira. Sehingga, mereka akan lantang berkata, “I Love My Al-Quran!

--Ir. H. Bambang Pranggono, M.B.A. Penulis Percikan Sains dalam Al-Quran)--


"Produk ini adalah inovasi terbaru dalam pengajaran Al-Quran. Pendekatan yang digunakan adalah all in one system."

--Prof. Dr. H. Salman Harun (Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Jakarta)--


"Menariknya, buku ini ditujukan kepada generasi paling awal, anak-anak kita, dengan metode yang dianggap sesuai dengan tingkat pemikiran mereka. Dengan buku ini, orangtua yang peduli akan dapat melakukan bimbingan kepada putra-putri mereka. Siapa tahu orangtua pun sekaligus mendapatkan bimbingan dari buku ini."

--K.H. A. Mustofa Bisri (Tokoh Ulama NU)--


"Buku I Love My Al-Quran merupakan satu dari sedikit sajian yang akan mendorong para pembacanya bergerak bersama menyambut kelahiran generasi “The Living Quran” baru. Buku ini tentu baru merupakan kunci pembuka sikap untuk memasuki dunia yang lebih mencintai Al-Quran."

--K.H. Dr. Miftah Faridl--

"Saat ini, banyak orangtua yang menyadari betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai Al-Quran pada anak-anak. Namun, banyak orangtua yang bingung: “Bagaimana caranya?” Hadiahkan saja I Love My Al-Quran untuk anak-anak kita! Insya Allah, mereka akan akrab dengan Al-Quran. Semoga dengan ikhtiar ini, mereka menjadi anak-anak yang saleh, cerdas, dan mampu menghadapi tantangan zamannya."

--Aam Amirudin, M.Si (Penulis Tafsir Kontemporer Juz 'Amma)--


"Gagasan mengenai anak yang sejak usia dini sudah mendapat pelajaran Al-Quran yang disertai gambar-gambar sangatlah menarik. Sebab, gambar-gambar tersebut lebih mengasyikkan, mudah diserap, dan melekat dalam ingatan anak."

--Ali Audah (Penerjemah The Holy Quran)--


"Di tengah upaya gigih kaum sekuler, liberal, dan pluralis memisahkan umat Islam dari Al-Quran, kehadiran I Love My Al-Quran diharapkan dapat mengilhami lahirnya generasi Qurani yang tidak hanya membaca, tapi juga berupaya memahami, menghayati, serta mengamalkan Al-Quran dalam semua aspek kehidupan. Dengan demikian, keberadaan Al-Quran dapat dirasakan sebagai "Hudan" (pedoman hidup) dan "Al-Furqân" (pembeda antara yang hak dan yang batil)."

--K.H. Athian Ali Muhammad Da'i, Lc., M.A. (Ketua FUU selengkapnya.....

Sabtu, 15 Mei 2010

HALO BALITA

Masa balita adalah masa keemasan . Masa ini merupakan waktu ideal untuk mempelajari keterampilan dasar, membentuk kebiasaan-kebiasaan, serta memperoleh konsep dasar yang berpengaruh pada masa kehidupan selanjutnya.

Paket buku Halo Balita membantu anak Anda menjalani masa keemasan tersebut.

Petunjuk untuk orangtua memberikan gambaran tentang tujuan dari cerita yang akan disampaikan pada buku ini. Pada bagian ini, juga disajikan tips-tips praktis untuk orangtua yang dapat diterapkan dalam melakukan pendampingan kepada anak sesuai dengan tema yang disampaikan.

Halaman interaktif menyediakan bagian yang bisa dibuka-tutup. Mengajak anak berinteraksi dengan buku, serta membantu menguatkan kesan anak terhadap cerita yang disampaikan.

Setiap halaman dirancang agar anak mudah menangkap informasi yang disampaikan. Cerita disampaikan dengan kalimat-kalimat pendek dan pemilihan kata yang sederhana . Gambar ditampilkan dalam bentuk dan warna yang nyaman untuk anak-anak.

Dus kemasan bisa dipergunakan sebagai panggung boneka. Permainan boneka ini merupakan bagian dari proses penguatan kesan anak terhadap cerita yang disampaikan.

selengkapnya.....


Life Long Learning
"Carilah Ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat"
selengkapnya.....

Sabtu, 08 Mei 2010

Asyiknya belajar al Qur'an

CARA ASYIK BELAJAR AL-QURAN, Bersama I Love my Al-Quran

“Saat ini, banyak orangtua yang menyadari betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai Al-Quran pada anak-anak. Namun, mereka bingung bagaimana cara menanamkannya. Hadiahkan saja pada anak-anak kita I Love my Al-Quran. ...”

Yang diungkapkan Aam Amirudin, M.Si (Penulis Tafsir Kontemporer Juz ‘Amma) dalam endorsmennya mengenai buku I Love my Al-Quran di atas tidaklah berlebihan. Sebab, I Love my Al-Quran merupakan satu paket yang sangat berharga dan cocok sekali untuk dihadiahkan kepada anak-anak kita tercinta.

Bagaimana tidak?
I Love my Al-Quran terbitan Pelangi Mizan ini merupakan terobosan baru di Indonesia bahkan di dunia dalam mempelajari Al-Quran. Buah hati Anda diajak mempelajari Al-Quran dengan cara asyik nan menyenangkan. Produk ini membantu mengembangkan kecerdasan majemuk mereka. Sebab, I Love my Al-Quran memberikan alternatif menakjubkan dalam menyampaikan pesan-pesan Allah di dalam Al-Quran. I Love my Al-Quran dilengkapi bahasa visual yang menarik dan bahasa teks yang sangat komunikatif untuk anak.

Tidak hanya itu! I Love my Al-Quran pun memberikan rangsangan agar anak tertarik lebih dalam terhadap Al-Quran melalui permainan interaktif, kata-kata unik di Al-Aquran (kamus), dan lagu-lagu (terjemahan juz ‘Amma) yang asyik untuk dinikmati.
Jika melihat lebih jauh produk I Love my Al-Quran maka akan kita dapati banyak hal yang benar-benar beda dari pada yang sudah ada di pasaran, yaitu:

15 JILID MUSHAF

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual, natural, intrapersonal
Di dalam paket ini terdapat: 15 jilid mushaf Al-Quran yang desainnya sangat unik. Anak-anak dapat menambah wawasan aneka warna yang berbeda pada setiap jilidnya (perjilidnya terdiri dari dua juz). Desain seperti ini membuat mereka tidak merasa jenuh untuk membaca Al-Quran. Selain itu, ukuran mushaf yang tidak lebih besar dari A5 dan terdiri dari 48 halaman sangat mudah dan ringan dibawa oleh anak-anak. Bentuk kertas halaman isinya pun sangat unik.

15 JILID TERJEMAHAN dan KANDUNGAN AYAT

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual, natural, intrapersonal
Di dalam paket ini, terdapat pula 15 jilid terjemahan dan kandungan ayat. Kandungan ayat ini disajikan di samping setiap halaman terjemahan. Kandungan ayat ditulis dengan bahasa yang sangat komunikatif. Sehingga, anak-anak lebih mudah memahami isi Al-Quran secara bertahap.

Berikut adalah salah satu contoh gaya penulisan di kandungan ayat:

Yuk, awali dengan basmalah!
(SURAH AL-FÂTIHAH, Kandungan Ayat 1-4)
Teman-teman, sebelum berkegiatan, suka baca basmalah, kan?
Nah, berarti semua perbuatan kita senantiasa disandarkan hanya kepada Allah.


Sebab, hanya Dialah yang menciptakan alam semesta, termasuk kita.
Hanya Allah juga yang memberikan kasih sayang (Ar-Rahmân Ar-Rahîm)
kepada seluruh makhluk, di antaranya dengan memelihara, membimbing,dan memberikan keadilan (Mâlik). Sehingga, tidak ada satu makhluk pun yang dirugikan! So, dengan basmalah perbuatan kita jadi lebih asyik, loh!

Ibadah
(SURAH AL-FÂTIHAH, Kandungan Ayat 5-6)
O iya, kegiatan-kegiatan yang kita lakukan, seperti: belajar, tolong-menolong dalam kebaikan, dan merawat diri, semua itu termasuk berbakti atau dikenal dengan istilah ibadah. Ibadah yang tepat dilakukan sesuai dengan petunjuk Allah.


Melalui ibadah, potensi yang kita miliki dapat berkembang dengan baik. Kata Allah di ayat 5, jika mendapat kesulitan, jangan ragu-ragu memohon pertolongan hanya kepada-Nya. Yuk, berdoa seperti yang ditulis di ayat 6: Ihdinashshirâthalmustaqîm!


Mengembangkan Kecerdasan Visual-Spasial
Pada setiap halaman kandungan ayat dilengkapi dengan khazanah visual (ilustrasi bergaya dekoratif). Sehingga, kegiatan membaca pun menjadi lebih asyik.

Mengembangkan Kecerdasan Interpersonal
Pada I Love my Al-Quran ini terdapat ruang khusus untuk orang tua, yaitu kotak UNTUK AYAH-IBU. Kotak tersebut berisi informasi tambahan yang perlu diketahui oleh ayah dan ibu dalam mendampingi putra dan putrinya ketika belajar Al-Quran. Dengan demikian, terjadi interaksi yang sangat erat antara orangtua dan anak dalam kegiatan belajar Al-Quran.

Mengembangkan Kecerdasan Linguistik
selain itu, anak-anak diperkenalkan dengan kosakata Al-Quran secara bertahap di setiap halaman terjemahan dan kandungan ayat. Anak-anak pun dapat semakin akrab dengan kata-kata yang ada di dalam Al-Quran.

Mengembangkan Kecerdasan Intrapersonal
Rujuk silang bisa didapatkan di kotak LIHAT JUGA. Pola ini membentuk anak-anak mengetahui korelasi satu ayat dengan ayat lainnya atau satu sumber dengan sumber lain.

Mengembangkan Kecerdasan Intelektual
Anak-anak dapat memperluas wawasan dengan membaca informasi yang berkaitan dengan ayat yang dibaca. Informasi itu bisa berupa peta, peristiwa sejarah, atau pengetahuan ilmiah. Semua itu bisa ditemukan di kotak KAMU PERLU TAHU.
CD Lagu dan Buku Lagu

Mengembangkan Kecerdasan Ritmis-Musikal dan Kecerdasan Kinestik
I Love my Al-Quran memudahkan anak-anak menghapal kandungan ayat 16 surat pendek secara cepat dan menyenangkan melalui CD lagu-lagu yang dilengkapi buku lagu.

PERMINAN ULAR TANGGA

Mengembangkan Kecerdasan Matematis Logis
Anak-anak dapat mengenal dan menghapal 114 nama surat beserta data seputar surat itu, meliputi nama surat, arti nama surat, jumlah ayat, serta makkiyah-madaniyyah-nya. Semua itu dilakukan melalui permainan ular tangga yang mengasyikan.

KAMUS TIGA BAHASA

Mengembangkan Kecerdasan Linguistik
Selain itu, kamus tiga bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia berisi kata-kata yang ada di dalam Al-Quran. Membantu anak mengenal secara kosakata yang ada di dalam Al-Quran. Kata-kata di kamus I Love my Al-Quran diklasifikasikan berdasarkan tema yang memudahkan anak-anak membaca dan mencari kata-kata tertentu.

***

selengkapnya.....

Al Quran sahabatku

I LOVE MY AL-QURAN

Ada istilah menarik, loh, yaitu Istanthiqil Quran, artinya ajaklah Al-Quran bicara ...!

Itulah anjuran dari salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw. Ya, Al-Quran harus kita ajak bicara, layaknya sahabat istimewa. Sahabat yang selalu menghibur kita setiap saat, baik saat sedih, senang, susah, maupun gembira. Selain itu, Al-Quran juga sahabat yang mengingatkan kalau kita lupa atau istilah lainnya khilaf. Uiiih, keren, kan ...?

Eh, ngomong-ngomong, bagaimana mungkin, ya, kita bisa bersahabat dengan Al-Quran, tapi tidak paham pesan-pesan di dalamnya? Nah, karena itulah, I Love My Al-Quran ini hadir di tengah kita. Buku ini akan membantu kita semua, terutama anak-anak Muslim, membaca (tilawah) sambil memahami isi Al-Quran (qira'ah). Waaah, asyik, ya, bisa bersahabat dengan Al-Quran.

Keluarga Muslim Indonesia, persahabatan dengan Al-Quran akan makin tambah asyik dan menyenangkan karena I Love My Al-Quran tampil dengan dihiasi gambar- gambar menarik. Dijamin, deh, membacanya akan betah berlama-lama. Ngomong-ngomong tentang gambar, zaman dahulu juga sudah ada, loh, tafsir Al-Quran yang penuh gambar, yaitu Tafsir Al-Jawâhir karya Thanthawi Jauhari.

Selain menyenangkan, I Love My Al-Quran juga sarat dengan berbagai informasi. Setiap halaman dirancang unik hingga Keluarga Muslim Indonesia atau siapa pun yang membacanya bisa mendapatkan banyak pengetahuan dengan cara unik pula. Misalnya, belajar kosakata Al-Quran, hukum tajwid, dan info-info tambahan yang menarik. Kami berharap, I Love My Al-Quran ini bisa membuat anak-anak meneriakkan kata yang sama, I LOVE MY AL-QURAN! (AKU CINTA AL-QURANKU!) SEMOGA ...

***




selengkapnya.....

Menjelajah kehebatan Allah

ENSIKLOPEDI BOCAH MUSLIM dirancang khusus untuk membantu anak-anak Muslim mengenal alam dan dirinya dengan cara yang diinspirasi oleh ajaran tauhid.
al ummu madrasatul ula... ibu adalah sekolah pertama anak.
Buku ini juga dirancang agar orangtua bisa menjadi teman sekaligus guru pertama bagi anak dalam proses tersebut.

Apa Tujuan buku Ensiklopedi Bocah Muslim ini..?

  • Membantu anak memahami konsep dasar Islam dalam memandang berbagai aspek kehidupan.
  • Merangsang rasa ingin tahu (kuriositas).
  • Mengembangkan kemampuan anak dalam memahami nilai, norma, dan tindakan-tindakan, serta dampak-dampaknya.
  • Membangun dasar pengetahuan yang kuat pada diri anak.
  • Membantu anak mengembangkan potensi berpikir yang integral menyangkut imajinasi, berpikir kreatif, pemecahan masalah, menghubungkan, memberi alasan, menjelaskan proses, mengelompokkan, dan berpikir runut.


Pingin tau ada apa saja disetiap jilid EBM.?

EBM JILID 1 ISLAM AGAMAKU

Allah Swt. memberi kita pedoman yang komplet, yaitu agama Islam.
Islam memberikan tuntunan cara mencintai Allah Swt. malaikat, nabi, orangtua, tetangga, teman, binatang, tumbuhan, Bumi, Alam Semesta, dan sebagainya. Bahkan, Islam juga memberikan tuntunan cara makan, masuk ke kamar kecil, dan semua kegiatan dalam hidup kita. Jika kita menggunakan pedoman ini, pasti hidup ini menjadi lebih indah dan menyenangkan.

Dengan membaca Ensiklopedi Bocah Muslim, Teman-teman akan semakin bangga menjadi anak Islam.

EBM JILID 2 TUBUHKU

Allah Swt. menciptakan tubuh kita dengan rancangan yang sangat hebat. Tidak ada mesin ciptaan manusia yang dapat menandingi kehebatan tubuh manusia. Allah Swt. memberi kita kulit untuk melindungi tubuh, tulang untuk menyangga tubuh, mata untuk melihat, dan masih banyak anggota tubuh yang lainnya. Semua itu hadiah dari Allah Swt. yang diberikan kepada kita sejak lahir. Eh, sebetulnya tubuh ini hanya titipan, lho. Suatu hari nanti, tubuh ini akan dikembalikan kepada Allah Swt. Jadi, kita harus menjaganya. Bagaimana, sih, cara memelihara tubuh? Bagaimana anggota tubuh kita bekerja? Semua jawabannya ada dalam buku Ensiklopedi Bocah Muslim.


EBM JILID 3 INDONESIAKU

Kita harus bersyukur dilahirkan di negeri yang sangat indah, Indonesia. Ssst … tahukah Teman-teman? Luas negeri kita sama dengan luas Inggris, Jerman, Jepang, dan Belanda yang digabung menjadi satu. Luas sekali, ya? Allah Swt. juga menganugerahkan berbagai jenis kekayaan alam yang tersebar di hutan, gunung, dan lautan Indonesia. Negeri ini semakin indah karena dihuni oleh berbagai suku bangsa dengan budaya yang beragam. Sebagai anak Indonesia, sebaiknya kita mengenal budaya, seluk-beluk wilayah, dan berbagai jenis kekayaan yang dimiliki bangsa ini. Nah, semua itu ada dalam buku Ensiklopedi Bocah Muslim. Setelah membaca buku ini, pasti Teman-teman semakin bangga menjadi anak Indonesia.

EBM JILID 4 MASYARAKAT DAN BANGSA

Dari enam miliar manusia, tak ada satu pun yang sama. Setiap orang memiliki ciri khas masing-masing. Ada yang berkulit hitam, putih, atau kuning. Bahasa yang digunakan pun bermacam-macam. Pakaian yang dikenakan juga beraneka ragam. Semua perbedaan itu membuat hidup kita semakin indah seperti lukisan yang berwarna-warni.

Pernahkah Teman-teman membayangkan, apabila semua manusia sama? Pasti, hidup ini akan membosankan. Itulah sebabnya, Allah Swt. menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kita bisa saling mengenal.

Nah, agar Teman-teman lebih mengenal warna-warni kehidupan ini, baca saja buku Ensiklopedi Bocah Muslim. Pada jilid ini dibahas mengenai keragaman budaya, bahasa, negara, dan berbagai sisi kehidupan lainnya.

EBM JILID 5 TOKOH IDOLAKU

Pada setiap masa, selalu ada orang-orang hebat yang namanya terukir dalam sejarah. Ada dokter hebat, ahli matematika ulung, ahli astronomi, ulama, atau pemimpin yang bijak. Semasa hidupnya, mereka menciptakan karya yang bermanfaat bagi kehidupan.

Ibnu Sina mengisi hidupnya dengan mempelajari ilmu Kedokteran. Hasil karyanya sangat bermanfaat bagi kedokteran selama ribuan tahun.

Imam Bukhari adalah ahli hadis yang sangat hebat. Kita dapat mengetahui kehidupan Rasul melalui hadis yang diriwayatkannya.

Pasti Teman-teman juga ingin, dong, hebat seperti mereka. Apa pun cita-citamu, Teman-teman sebaiknya belajar dari kehidupan para tokoh besar dalam sejarah Islam. Teman-teman dapat mengetahui kehidupan dan karya mereka dalam Ensiklopedi Bocah Muslim ini.

EBM JILID 6 SEJARAH

Hidup kita di dunia ini hanya sebentar. Paling lama, mungkin sekitar 60 tahun. Padahal, kehidupan ini sudah berlangsung jutaan tahun dan mungkin masih akan berlangsung jutaan tahun lagi. Sudah banyak hal terjadi sebelum kita lahir ke dunia ini. Kita tidak dapat berkunjung ke masa lalu. Tetapi, kita tetap dapat mengetahui berbagai kejadian yang berlangsung ribuan tahun lalu. Berbagai peninggalan bersejarah dapat mengantarkan kita untuk mengetahui apa yang terjadi pada masa lampau. Untuk mengetahui sejarah Islam, kita dapat mengunjungi berbagai tempat bersejarah, seperti masjid, universitas, kota, benteng, atau istana peninggalan dinasti-dinasti Islam. Untuk sampai ke tempat-tempat bersejarah itu, Teman-teman tidak harus pergi ke Makkah, Mesir, atau Bagdad. Baca saja Ensiklopedi Bocah Muslim. Teman-teman akan diajak berziarah ke tempat-tempat bersejarah.


EBM JILID 7 SENI

Allah Swt. Mahaindah dan menyukai keindahan. Buktinya, semua ciptaan Allah Swt. di Alam Semesta terlihat begitu indah. Lihatlah langit malam yang dihiasi bintang atau pemandangan yang menghampar! Waaah, indah sekali!

Selama berabad-abad, manusia merasakan keindahan itu dan menuangkannya dengan berbagai cara. Ada yang mengungkapkan keindahan itu melalui nyanyian, tarian, lukisan, atau karya seni lainnya. Banyak karya seni yang membuat hidup kita terasa semakin indah. Hampir semua sisi kehidupan kita terisi oleh seni. Peralatan yang digunakan sehari-hari dirancang olah para desainer dan seniman. Pakaian yang kita kenakan juga dibuat oleh para perancang dengan sentuhan seni. Melalui Ensiklopedi Bocah Muslim, Teman-teman diajak mengenal seni dan keindahannya.


EBM JILID 8 DUNIA BIANTANG

Tingkah laku binatang memang sangat unik. Seperti si Gorila yang cinta damai, si Bonobo yang taat aturan, atau si Lumba-lumba yang senang menolong. Banyak sekali yang dapat kita teladani dari kehidupan mereka. Tetapi, kok, si Singa laut berkelahi terus, sih? Aduuuh ... ada-ada saja tingkah mereka itu.

Allah Swt. menciptakan sekitar 1.200.000 jenis binatang dengan berbagai keunikannya. Ensiklopedi Bocah Muslim ini, mengajak Teman-teman menjelajah kehebatan Allah Swt. di dunia binatang khususnya mamalia. Selamat menjelajah!

EBM JILID 9 BURUNG DAN SERANGGA

Melihat burung terbang di udara begitu menyenangkan. Kepakan sayapnya sangat indah. Kehidupan mereka pun begitu menarik. Selain burung, ada binatang lain, lho, yang tidak kalah hebatnya, yaitu serangga. Banyak sekali hikmah yang dapat kita petik dari kehidupan mereka.

Lewat Buku Ensiklopedi Bocah Muslim, Teman-teman diajak menjelajahi kehidupan kedua jenis binatang itu. Seperti tentang cara burung terbang, kehidupan burung, bahasa burung, mengenal macam-macam burung, serta macam-macam serangga.

Eh, ada burung dan serangga yang suka berpuasa, lho! Waaah, jadi penasaran, nih!


EBM JILID 10 IKAN, REPTIL, DAN AMFIBI

SYUUUT ... BYUUURRR! SYUUUT ... BYUUURRR! Wow, seru sekali! Betapa hebatnya ikan-ikan melompat dan berenang di air. Uniknya lagi, ada beberapa ikan yang suka mengembara, lho! Bangsa reptil tidak kalah menarik. Ada anggota bangsa reptil yang suka berpuasa.

Lain lagi kisahnya dengan bangsa amfibi. Si Kodok yang merupakan anggota amfibi ternyata dapat belajar dari pengalaman. Binatang dua alam ini tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah mereka lakukan.

Kehidupan ikan, reptil, dan amfibi memang sangat menarik. Banyak yang dapat kita teladani dari mereka. Teman-teman dapat menyimak kisah menarik mereka dalam buku Ensiklopedi Bocah Muslim.


EBM JILID 11 TUMBUHAN

Teman-teman, tarik napas dalam-dalam! Waaah, segarnya! Tumbuhan memberikan kesegaran ke sekelilingnya. Sebab, pada siang hari, tumbuhan mengeluarkan oksigen yang kita hirup. Selain itu, tumbuhan yang beraneka ragam banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dan binatang. Banyak peralatan yang Teman-teman gunakan terbuat dari kayu yang berasal dari tumbuhan. Tumbuhan juga dapat memperkuat tanah agar tidak longsor. Pokoknya, banyak sekali jasa tumbuhan untuk kehidupan kita. Eh, ternyata ada tumbuhan yang pintar, lho! Ada tumbuhan yang dapat menyamar atau menangkap serangga. Penasaran, kan? Yuk, kita baca dalam buku Ensiklopedi Bocah
Muslim.

EBM JILID 12 BUMI KITA

Betapa menyenangkan hidup kita di Bumi. Semua kebutuhan hidup tersedia di sini. Air, hutan, mineral, oksigen, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tahukah Teman-teman? Dahulu, Bumi kita adalah bola gas yang sangat panas. Selama berjuta-juta tahun, Bumi diperintah oleh Allah Swt. untuk mempersiapkan dirinya agar dapat dihuni oleh manusia. Sekarang, Bumi menjadi tempat yang sangat nyaman. Di Bumi ini, kita dapat belajar, bermain, dan beribadah. Alhamdulillah!


EBM JILID 13 ALAM SEMESTA

Betapa luasnya Jagat Raya ini. Ada galaksi, Matahari, bermacam-macam Bulan, bintang, aneka ragam planet, dan benda-benda langit lainnya. Semua bergerak secara teratur karena benda-benda itu patuh kepada perintah Allah Swt. Waaah, tidak terbayangkan apabila salah satu ada yang menentang perintah Allah Swt. Pasti, bertubrukan! Jagat Raya pun dapat kacau bahkan hancur! Ensiklopedi Bocah Muslim, mengajak Teman-teman menjelajah Alam Raya yang sangat luas ini. Di alam ini, ternyata kita sangat kecil. Masih banyak rahasia alam ini yang belum diketahui oleh manusia.

EBM JILID 14 SAINS

Pernahkah Teman-teman bayangkan jika di Bumi ini tidak ada gaya tarik atau gravitasi? Pasti, kita akan kesulitan berjalan dan melangkahkan kaki ke sekolah. Air yang akan kita minum pun melayang di udara. Untung saja, Allah Swt. telah mengatur semua kejadian di alam ini. Allah Swt. juga menyediakan berbagai bahan yang berguna, seperti air, batu, besi, dan berbagai benda dengan sifatnya masing-masing.

Seandainya, semua benda di Bumi ini cair seperti air, pasti kita tidak dapat membuat jembatan yang kuat. Begitu juga, jika semua benda yang ada di dunia ini keras seperti batu, waaah, tidak terbayangkan! Itulah aturan Allah Swt. atau sunnatullah. Sangat banyak sunnatullah yang berlaku di alam ini. Dalam Ensiklopedi Bocah Muslim, Teman-teman diajak bermain dan mengamati berbagai macam sunnatullah itu.


EBM JILID 15 TEKNOLOGI

Banyak alat bantu yang kita butuhkan untuk menunaikan kewajiban kita. Untuk shalat, kita memerlukan alat penunjuk arah atau kompas yang dapat menunjukkan arah kiblat. Kita juga memerlukan pakaian untuk menutup aurat. Tanpa kendaraan, kita akan sulit menunaikan ibadah haji. Untuk itu, manusia menciptakan berbagai alat. Selama berabad-abad, kendaraan diciptakan. Berawal dari pembuatan roda, kereta sederhana, mobil, hingga pesawat terbang berkecepatan tinggi. Perlu waktu berabad-abad, dan percobaan yang berulangkali untuk menciptakan suatu alat. Bahkan, ada orang yang mengorbankan jiwanya untuk menciptakan sebuah alat yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Sekarang, kita dapat menikmati berbagai peralatan canggih, mulai dari alat tulis, alat rumah tangga, hingga robot. Kadang-kadang, suatu alat canggih dapat membahayakan juga, lho, jika kita tidak salah menggunakannya.

Agar Teman-teman memahami berbagai peralatan dan teknologi, baca saja Ensiklopedi Bocah Muslim.

***

selengkapnya.....